Pakan termasuk faktor utama dan vital dalam budidaya udang va name (Litopenaeus vannamei). Karena itu PT Matahari Sakti (MS), pabrik pakan udang dan ikan berbasis di Surabaya, Jatim, terus berinovasi me racik pakan udang bermutu tinggi untuk mendukung budidaya udang, termasuk yang menerapkan sistem superintensif, di Tanah Air. Untuk wilayah Sumatera, peluncuran Kaiohji dilakukan di Hotel Emersia, Bandar lampung, baru-baru ini. Acara yang dibuka Bambang Setiawan, Head of Aquaculture PT MS tersebut di hadiri sekitar 60- an petambak, manajer, dan teknisi tambak dari berbagai sentra budidaya udang di Provinsi Lampung dan Bengkulu.

Menurut Bambang, hasil inovasi MS terkini adalah memproduksi pakan gra nul yang teknologi proses dan ha silnya sudah meninggalkan pakan era pel let. “Selain memiliki sejumlah keung gulan dibandingkan pellet, pakan gra nul juga tidak menghasilkan debu se hingga air kolam tidak keruh dan ten tu lebih efisien karena semua pa kan dimakan udang,” ujarnya. Seusai pembukaan, acara dilanjutkan dengan presentasi produk oleh Angga Aditya Putra Nugraha, Head of Nutri tionist PT MS dan Agus Suryawinadi, Head of Shrimp Culture Operation PT MS dengan moderator Rudy Kushar yanto, Head of TS National PT MS.

Keistimewaan Kaiohji

Menurut Angga, inovasi pakan ber bentuk granul sebagai penyem pur naan atas sejumlah kelemahan pakan crumble. Misalnya, crumble berbentuk re mah mudah hancur dan ukurannya tidak seragam. Debu pakan yang ma suk ke air kolam tidak termakan udang dan akan mencemari air sehingga kualitas air kolam menjadi buruk. “Di samping itu hancurnya sebagian pakan crumble menjadi debu akibat pengangkutan, bongkar-muat, penum pukan dan lain-lain juga menimbulkan kehilangan volume sampai 3% se hingga tidak efisien,” lanjutnya. Untuk mengatasi berbagai kelemah an pakan crumble tersebut, sambung Angga, PT MS menerapkan teknologi ekstrusi yang pertama diterapkan di Indonesia setelah sebelumnya dikem bangkan di Vietnam dan Thailand.

Di kedua negara pro dusen udang dunia tersebut, pakan hasil ekstrusi mampu mendukung budidaya udang super intensif. “Karena itu kami meng ha dirkan teknologi yang selangkah lebih maju untuk temanteman pembu di daya udang di Tanah Air,” cetusnya. Dengan teknologi terbaru ini, pemasakan bahan baku pakan lebih sempurna dan daya cernanya dalam tubuh udang lebih bagus. Struktur fisik pa kan lebih seragam dan kompak. Meski mengembang di dalam air, pakan gra nul tidak mudah hancur seperti crumble karena bentuknya bulat. Berbeda dari crumble yang begitu mengembang langsung terurai sehingga banyak yang tidak termakan udang karena sudah ke buru turun ke dasar kolam.

Belum lagi yang hilang menjadi debu. Ada dua tipe pakan granule yang diproduksi MS, yaitu KJV 2A ukuran butirannya 0,7 – 1,1 mm dan KJV 2B ber ukuran 1,2 – 1,6 mm. “Karena pakan lebih homogen, maka sangat cocok ditebar menggunakan auto fee der (me sin pemberi pakan),” promosi Angga.